Teori Atom Struktur, Model, Partikel Dasar Dan Contoh
Teori Atom Struktur, Model, Partikel Dasar Dan Contoh

Teori Atom | Struktur, Model, Partikel Dasar Dan Contoh

Posted on

ayokboco.com – Apa itu Atom? Sebelum masuk lebih jauh dalam pembahasan materi, kita akan membahas Teori Atom meliputi pengertian atom, struktur, partikel dasar atom, model-model atom dengan lengkap. Lebih jelasnya kita simak penjelasannya di bawah.

Teori Atom Struktur, Model, Partikel Dasar Dan Contoh
Teori Atom Struktur, Model, Partikel Dasar Dan Contoh

Pengertian Teori Atom

Atom adalah Satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom, yang berupa awan elektron yang bermuatan negatif dalam mengelilinginya dan sebagai penyusun materi terkecil dari segala materi yang ada.

Atom sendiri terdiri dari inti atom (neucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang memiliki muatan negatif. Terdapat proton bermuatan positif dan neutron yang tidak memiliki muatan atau netral pada inti atom. Atom memiliki ukuran berdiameter 6-30 nm. Adanya suatu gaya elektromagnetik disebabkan oleh partikel-partikel separti proton, neutron dan elektron.

Stuktur Atom

Inti atom memiliki kepadata yaitu 99,9% massa atom merupakan massa inti atom tetapi volumenya hanya berupa 1/1015 dari volume atom. Atom memiliki diameter sekisaran ~ 10 – 10 m perkiraan 100.000 kali diameter dalam inti atom ~10-15 m.

Dalam suatu partikel-partikel subtonik nilai massa atom sangat kecil dalam satuan gram sehingga lebih mudah jika ditanya sebagai massa relatif. Ukuran massa relatif atom adalah atom karbon yang terdiri dari 6 proton dan 6 neutron atau atom C-12, dimana massa satu atom {sma} atau 12 dalton {Da}

1 sma = 1,660539 x 10−24 g.

Inti atom Secara praktis massa proton dan massa neutron masing-masing dinyatakan 1 sma.

Berkut Ilustrasi atom disertai simbol atom dari beberapa sumber : Silberberg, Martin S 2009. Chemistry: Tehe Molecular Nature of Matter and Change (5th edition).

Model-Model Atom

Beberapa Teori Atom yang menjelaskan mengenai atom sebagai berikut:

Model Teori Atom Dalton

Penemu teori atom dalton yang bernama Jhon Dalton pada tahun 1803 M berpendapat berdasarkan hukum yang diambil adalah hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum Prouts).

Lavoisier mengatakan dalam hukum kekekalan massa bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi.

Prouts berpendapat Perbandingan antara massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.

Dari kedua hukum yang di nyatakan diatas dalton memberkan kesimpulan bahwa :

  1. Atom bagian terkecil dari materi partikel yang tidak bisa dibagi lagi
  2. Pemisah dan penghubung berupa reaksi kimia atau penyusun kembali dari atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan
  3. Bentuk dari atom adalah mirip seperti balon pejal yang sangat kecil, atom memiliki unsur dan atom memiliki keidentikan berbeda dengan unsur yang berbeda.
  4. Jika atom-atom bergabung maka akan mambentuk suatu senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.

Kelemahan dari teori dalton adalah tidak dijelaskannya bagaimana suatu materi dapat menghantarkan listrik, mungkin sebuah bola pejal menghantarkan listrik karena itu dihantarkan oleh electron yang bergerak.

Model Atom Thomson

Bermula dari penemuan tabung katade oleh wiliam crooker, Joseph Thomson mengemukakan penelitiannya mengenai atom ia menemukan bahwasannya sinar katode merupakan sebuah pertikel, karena sinar ini dapat memutar bilangan-bilangan yang diletakkan antara katode dan anode.

Kesimpulan dari hasil ini bahwa sinar katade merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negative dan selanjutnya disebut dengan electron

John Thomson mengemukakan lebih lanjut Atom adalah merupakan pertikel yang bersifat netral oleh karena itu elektron bermuatan negative maka harus ada salahsatu pertikel lain yang mampu untuk menetralkan partikel tersebut yaitu partikel positif.

Bunyi dari teori Thomson adalah ” Atom merupakan partikel yang berbentuk seperti bola pejal dengan muatan positif dan didalamnya tersebar muatan partikel negatif”.

Model Atom Rutherford

Rutherford melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa di suatu lempeng emas tipis. Jauh sebelum dilakukan percobaan ini sudah ditemukan partikel alfa yang bersifat positif dan bergerak lurus yang berdaya tembus besar sehingga menembus lembaran tipis emas.

Hasil dari penelitian telah ditemukan bahwasananya ketika ditembakan sinar alfa ke lempengan tipis emas, maka sebagian partikel alfa akan diteruskan meskipun memiliki penyimpangan sudut kurang dari 1, tetapi dari pengamatan masih ditemukan satu dari 20.000 partikel alfa akan menolak dengan sudut 90 derajat bahkan bisa lebih.

Dari penjelasan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa :

  1. Semua partikel alfa diteruskan, bentuk dari atom adala bola pejal
  2. Jika lempeng emas itu dianggap sebagai lapisan atom-atom emas, maka didalam atom emas didapat partikel yang sangat kecil bermuata positif
  3. Partikel positif merupakan partikel penyusun inti atom dan ukuran inti atom lebih kecil 10.000 kali dari ukuran atom.

Model Teori Atom Bohr

Pakar fisika bernama Neils Bohr berusaha memperaiki penemuan dari Rutherford. Ia mengemukakan sebuah percobaan yang lebih dikenal dengan spectrum atom hyderogen. Bohr menggambarkan mengenai bagaimana keadaan electron yang menempati daerah inti atom. Bohr menggabungkan antara teori mekanika kuantum.

Neils Bohr mengungkapakan ada empat postulatnya adalah:

  1. Terdapat Orbit yang dikenal orbit stationer (menetap electron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling init, dan hanya boleh dibagi satu electron.
  2. Kemudian selama electon berada dilintasan stasioner energi enektron akan tetap sehingga tidak ada energy dalam bentu radiasi yang dipancarkan atau diserap
  3. electron bisa berpindah dari satu lintasan stationer ke lintasan stationer yang lain. perpidaan tersebut akan memakan energi sesuai dengan persamaan plank E2-E1 = hf
  4. Lintasan stasioner yang diperbolehkan memiliki besaran dengan sifat tertentu terutama sifat yang sidebut momentum sudut.

Bohr Mengungkapkan dan menarik kesimpulan bahwa elektron-elektron mengelilingi inti dari lintasan-lintasan yang disebut elektron atau kulit energy. Tingkat energy yang paling rendah adlah kulit elektron yang paling dalam, dan semakin besar nomor kulitnya maka semakin besar tingkat energinya.

Model Atom Mekanika Kuantum

Model ini adalah model yang sangat modern. Atom ini terdiri berdasarkan pada inti atom bermuatan positif dan awan-awan elektron yang mengelilinginya. Orbital adalah nama tempat ditemukannya elektron tersebut. Ada empat jenis orbital yaitu s, p, d, f.

Partikel Dasar Teori Atom

Suatu partikel dasar tidak lepas dari pengaruh gaya elekromagnetik yang mengikat partikel-partikel ini. Berikut penjelasan partikel dasar suatu atom sebagi berikut:

Partikel Proton

Suatu partikel dasar yang memiliki muatan positif dan memiliki diameter hanya 1/3 diameter electron. Proton memiliki massa sekita 1840 kali electron

Partikel Neutron

Suatu partikel dasar tidak memiliki muatan atau Netral dan memiliki massa sama dengan gabungan antara massa proton dan massa elektron

Partikel Elektron

Merupakan partikal dasar bermuatan negatif dan mamiliki massa paling sedikit atau ringan diantara partikel hanya 1/140 kali massa proton atau neutron.

Demikian pembahasan mengenai Teori Atom | Struktur, Model, Partikel Dasar, mohon maa jika ada kesalahan dalam penulisan dan kata. Semoga bermanaat bagi yang membacanya…

Baca Artikel Lainnya:

Campuran Homogen

Pengertian Campuran

Pemisahan Campuran