Reaksi Redoks dan Elektrokimia - Pengertian, manfaat dan contoh
Reaksi Redoks dan Elektrokimia - Pengertian, manfaat dan contoh

Reaksi Redoks dan Elektrokimia – Pengertian, manfaat dan contoh

Posted on

Ayokboco.com – Hai guys ketemu lagi dengan kami, kali ini kami akan membahas materi mengenai Reaksi Redoks dan Elektrokimia – Pengertian, manfaat dan contoh.

Elektorkimia merupakan cabang ilmu hubungan listrik dan reaksi kimia. Sedangkan redoks merupakan proses dari elektokimia oksidasi-redudasi ketika energi yang dihasilkan dari reaksi spontan diubah menjadi energi listrik. Reaksi Redoks dan Elektrokimia

Pengertian Reaksi Redoks

Reduksi atau Reduksi-Oksidasi Merupakan penerimaan elektron atau penurunan bilangann oksidasi sedangkan oksidasi suatu pelepasan elektron atau peningkatan bilangan oksidasi

Misal Reaksi Oksidasi

Zn(s) ® Zn2+(aq)+ 2e Al(s) ® Al3+(aq) + 3e

Misal Reaksi Reduksi

Cu2+(aq) + 2e ® Cu (s) Ag+(aq) + e ® Ag(s)

Aturan Penentuan Bilangan Reaksi Redoks dan Elektrokimia

  • Dalam hidrida logam (misal NaH, BaH2, AlH3) bilangan oksidasi H = -1
  • Atom H dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi +1
  • Atom O dalam senyawa memiliki
  • Dalam senyawa F2O, bilangan oksidasi O = +2
  • Atom-atom dalam unsur memiliki bilangan oksidasi no
  • Atom logam dalam senyawa mempunyai bilangan oksidasi positif
  • Dalam peroksida (misal H2O2, Na2O2, BaO2) bilangan oksidasi O= -1
  • Jika dua atom berikatan, bilangan oksidasi negatif selalu dimiliki atom yang keelektronegatifannya cenderung lebih besar
  • Jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam ion sama denga muatan ion
  • Jumlah bilangan oksidasi atom dalam senyawa sama dengan Nol

Pengertian Reaksi kimia

Digolongkan menadi bermacam-macam reaksi salah satunya reaksi yang berkaitan dengan perubahanoksidasi dari atom-atom sebeum dan sesudah reaksi yang dapat kita bedakan menjadi dua jenis antaranya :

  1. Reaksi bukan redoks
    Suatu reaksi dari golongann dimana atom yang terlibat tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi sebelum dan sesudah reaksi.
  2. Reaksi redoks
    Suatu reaksi golongan yang di antara atom-atom yang saling terlibat ada yang mengalami perubahan bilangan oksidasi, sebelum dan sesudah reaksi bilangan oksidasi atom-atom yang terlibat tidak sama atau berubah.

Metode Setengah Reaksi “ION Elektronik”

  • Dinyatakan pada jumlah elektron pada kedua persamaan setengah reaksi reduksi dan oksidasi
  • Pemisahan reaksi menjadi 2, setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi
  • Menyetarakan atom oksigen (O) dengan menambahkan molekul H2O ke ruas yang kekurangan oksigen
  • Menyamakan atom-atom yang mengalami redoks, kecuali atom hydrogen (H) dan oksigen (O)
  • Menyetarakan atom Hidrogen (H) dengan menambahkan ion H+ ke ruas yang kekurangan atom H
  • Menyetarakan muatan dengan menambahkan elektron ke ruas yang memiliki muatan lebih positif
  • Menyatukan kedua persamaan setengah reaksi menjadi reaksi redoks yang utuh
  • Mengembalikan ke bentuk reaksi awal atau semula
  • Mencatat zat-zat yang mengalami reaksi redoks saja

Metode Bilangan Reaksi Oksidasi

Berikut ini adalah langkah-langkah penyetaraan reaksi oksidasi :

  • Menyetarakan jumlah atom H dan O serta unsur-unsur yang lain
  • Menentukan unsur yang mengalami oksidasi dan reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi tiap unsur
  • Menentukan besarnya kenaikan atau penurunan bilangan oksidasi dari unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
  • Meneyetarakan perubahan bilangan oksidasi tersebut dengan memberikan koefisien yang sesuai
  • Menyetarakan jumlah unsur yang mengalami redoks dengan menambahkan koefisien yang sesuai

Konsep Dasar Reaksi Redoks

a. Redoks adalah reaksi yang terdiri dari peristiwa reduksi dan oksidasi atau reaksi perubahan bilangan oksidasi

b. Reduktor (pereduksi) adalah zat yang mengalami oksidasi atau zat yang melepaskan elektron, atau zat yang bilangan oksidasinya naik

c. Mol elektron adalah selisih bilangan oksidasi

d. Reaksi disproporsionasi (autoredoks) adalah reaksi redoks dimana hanya satu jenis atom yang mengalami reduksi dan oksidasi atau reaksi redoks dimana hanya satu jenis atom yang bilangan oksidasinya berubah

e. Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi atau zat yang menangkap elektron atau zat yang bilangan oksidasinya turun

f. Reduksi adalah peristiwa penangkapan elektron atau pengurangan (penurunan)  bilangan oksidasi

Pengertian Sel Elektokimia

Sebuah cara transfer elektron pada reaks larutan melalui kontak langsung antara partikel berupa atom. Molekul atau ion yang saling serah terima elektron melalui sirkuite luar.

Sel elektrokimia adalah suatu sel atau tempat terjadinya aliran ekelron yang disebabkan oleh perubahan energi kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya, yang dikelompokkan menjadi dua macam sel yaitu:

1. Sel Volta Reaksi Elektrokimia 

Yang melibatkan perubahan energi kimia menjadi energi listrik, Sel Volta memanfaatkan reaksi spontan (∆G < 0) untuk membangkitkan energi listrik selisih yang dihasilkan reaktan dengan produk diubah menjadi energi listrik sistem ini melakukan kerja terhadap lingkungan.

2. Sel Elektrolisis Reakasi Elektrokimia 

Sel ini melibatkan suatu perubahan energi listrik menjadi energi kimia, sel elektrolisa memanfaatkan energi listrik untuk menjadi reaksi spontan (∆G > 0) 

Kedua sel menggunakan elektroda yang merupakan zat penghantar listrik antara sel dengan lingkungan kemudian di rendam kedalam elektrolit yang membawa muatan.

Komponen Sel Volta

Sel volta terdiri dari elektroda logam seng dan tembaga, larutan elektrolit dan jembatan garam. Kemudia keduanya dihubungjan oleh sebuah voltmeter, elektroda sering disebut dengan oksidasi yang disebut anoda atau elektroda negatif. Sedangkan tempat berlangsungnya reduksi disebut kotada atau elektroda positif.

Notasi Sel Volta pada Reaksi Redoks dan Elektrokimia

Zn(s)|Zn2+(aq)║Cu2+(aq)|Cu(s)

Dinotasi dengan cara yang sudah disepakati untuk sel Zn/Cu2+

Manfaat Reaksi Redoks dan Elektrokimia

Jumlah bunyaknya reaksi redoks sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, redoks merupakan istilah dari reduksi dan oksidasi yang merupakan proses kimia yang diakibatkan oleh perpindahan elektron disantara partikel atom dari zat yang terlibat dalam reaksi. Berikut manfaat Reaksi Redoks dan Elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Logam Berkarat, umum kita jumpai pada logam yang sudah lama dan terkena panas dan hujan. Reaksi kimia untuk logam berkarat adalah 4Fe(s) + 3O2 (g) menghasilkan 2Fe2O2(s).
  2. Pembakaran, merupakan contoh reaksi yang paling umum.
  3. Logam Berkarat, umum kita jumpai pada logam yang sudah lama dan terkena panas dan hujan. Reaksi kimia untuk logam berkarat adalah 4Fe(s) + 3O2 (g) menghasilkan 2Fe2O2(s). Zat Pemutih, yang merupakan senyawa yang dapat digunakan untuk menghilangkan warna suatu benda seperti kain, rambut dan kertas. Oksidator yang digunakan adalah Natrium Hipoklorit (NaOCl) dan Hidrogen Perosida (H2O2)
  4. Fotosintesis, Proses redoks yang terjadi secara alami dimana hasil dari reaksi ini adalah Oksigen dan Gula
  5. Aki, merupakan jenis baterai yang sering digunakan dalam alat elektronik dan rumah tangga. Logam Timbal Pb+2 merupakan hasil oksidasi dari Logam Timbal itu sendiri dan melepaskan dua elektron ke anoda. Reaksi yang terjadi pada aki ini bersifat spontan dan tidak memerlukan energi lain untuk memicu reaksi redoks.

Contoh Soal Reaksi Redoks dan Elektrokimia

Demikian Pembahasan materi mengenai Reaksi Redoks dan Elektrokimia – Pengertian, manfaat dan contoh. Semoga bermanfaat bagi anda semua….

Baca Juga : ✔️ Hukum Dasar Kimia
Baca Juga : ✔️ Senyawa Dan Campuran

Baca Juga : ✔️ Teori Atom
Baca Juga : ✔️ Rumus Senyawa Lengkap